Sabtu, 21 Juli 2018

 Aku Azimat
Oleh Siti mawansari


Aku sebagai pelindung
Selalu dibawa ketika pergi
Dicari dan ditangisi ketikaku hilang
Tetap dibeli walaupun hargaku tinggi

Tanpa aku mati kutu
sungguh manusia buntu
Aku ini benda mati
Bukan ibu peri

Dasar bodoh....
Harap tuk Palestinaku
Oleh Siti Mawansari


Teriakan langit tak terdengarkan lagi
Aungan bumi juga tak terdenga lagi
Hujan dan angin enggan lagi datang menghampiri
Menghampiri negeri yang berduka ini

         Putih  suci berharap tuk dimiliki kembali
          Namun hanya darah dan suara tembakan yang selalu datang menghampiri tiada henti
          Mengharapkan kedamaian dan kebahagiaan hanyalah angan bagi kami
          Kami rakyat palestina ini

Kecil, besar, tua dan muda serta siapapun kami
Kami semua hidup seakan dikejar oleh kematian
Kematian yang setiap hari selalu menghampiri
Menghampiri hidup ini tiada henti

           Tangisan darahpun tak mampu tuk menghentikan semua
   Semua peristiwa yang ada di palestina
           Hingga semua tubuh inipun menjadi lemah tak berdaya
          Aku tak tahu entah kapan palestinaku akan

merasakan kedamaian dan kebahagiaan
Wahai palestinaku
Bersabarlah, Dia hanya mengujimu dan rakyatmu
Tunggu Dia datang kepadamu
Datang dan mengakhiri semua deritamu
Goresan Rindu
Oleh Siti Mawansari

Jangan pernah bicara tentang rindu, karena rindu kalian akan kalah oleh rinduku
Rinduku bukan tentang jarak dan waktu, tapi rinduku tentang  teguran dari-Nya
Teguran yang kurindukan tak pernah lagi menghampiri hidup ini
Hingga hari-hariku  tak seindah dulu lagi

Aku takut jika aku tak lagi dirindukan oleh-Nya
Aku takut jika aku telah dilupakan oleh-Nya, dan
        Aku juga  takut jika nanti aku akan melupakan-Nya
Ketakutan ini selalu menghantui di benakku

Kemana aku harus pergi
Kemana aku harus mencari
Sang penyebab rindu ini
Yang sampai sekarangpun tak dapat aku temui

Jika dirimu telah melupakanku
Jika dirimu tak lagi peduli dan marah denganku
Datanglah, ku mohon katakan padaku
Karena aku tak mampu menahan rindu ini

Hadirlah kembali dalam hidupku
Hadirlah walau hanya dalam mimpiku
Obati aku dengan teguranmu
Sungguh aku merindukan-Mu ya Rabb ku

Senin, 28 Agustus 2017

puisi mencari penjaga hati



Mencari penjaga hati
 
Semakin dekat semakin berat
Engkau pertanyaan yang sulit tuk dijawab
Ketika hati mulai bergerak
Beribu tali datang mengikat
Sulit bagi diriku tuk memberontak

Hati ini masih lemah belum ada pengawal tuk menjaganya

Sehingga selalu berusaha untuk dekat denganmu
Banyak cara telah dilakukan
Untuk menjawab pertanyaan tentang dirimu
                                                 Tapi semua butuh waktu hingga kutemui caranya

Pertanyaan tentang dirimu sulit untuk dibuktikan kebenarannya

Tidak heran jika banyak yang tidak mempercayaimu
Bahkan akupun terkadang  merasa tak percaya
Tapi itulah kenyataan dan aku harus mempercayainya
Percaya bahwa dunia adalah pemainnya dan engkau adalah sutradaranya

Kepercayaan sepenuh hati kepada mu
Akan membuktikan kebenaran
Dan semua pertanyaan akan terjawab
Hingga berjuta tali pun tak lagi mampu mengingkat
Karena hati telah terjaga kuat.

Jambi 15-Jul-17